You are here

UT-Online Learning Center

Halaman:  1  2  3  4  5  6  7  8  9  10  11  12  ()
Gambar dari Murad Maulana, S.Sos
dari Murad Maulana, S.Sos - Rabu, 20 Agustus 2014, 14:50
Anyone in the world
Murad Maulana*

Dalam hal pengadaan koleksi di kantor perpustakaan daerah, pada umumnya dilakukan pembelian setiap setahun sekali dengan daftar judul koleksi yang akan dibeli berupa judul-judul buku yang telah ditentukan sebelum tahun anggaran berjalan sehingga buku-buku baru yang selalu terbit di setiap tahunnya akan bisa terbeli di tahun anggaran berikutnya. Sebagai contoh ketika akan melakukan pengadaan buku untuk tahun 2010, maka daftar judul buku telah disusun pada tahun 2009. Dengan demikian buku-buku yang terbit ketika di tahun 2010 tidak akan bisa terbeli pada tahun 2010, melainkan akan bisa terbeli di tahun berikutnya yaitu pada tahun 2011. Fenomena ini sangat di sayangkan mengingat setiap bulan selalu keluar terbitan buku-buku baru yang perlu di beli dimana pada tataran ini sebagai pendorong dalam upaya peningkatan minat baca. Tidak jarang para pemustaka beralasan mengapa enggan datang ke perpustakaan salah satunya dikarenakan koleksi buku yang tidak terupdate sehingga mereka merasa bosan. Namun, dapat dipahami kondisi dalam pengadaan koleksi perpustakaan tersebut hingga membuat tidak terbelinya buku-buku baru itu, tentu saja telah mengikuti peraturan dan perundangan yang berkaitan dengan pengadaan barang dan jasa yaitu salah satunya Keppres Nomor 80 Tahun 2003 yang sampai sekarang masih dalam proses tahap revisi.

Mengapa Perlu Ada Denda di Perpustakaan?
Untuk mensiasati itu salah satu cara agar buku-buku baru yang terbit setiap bulan dapat terbeli yaitu dengan cara memberlakukan denda kepada pemustaka yang mengalami keterlambatan dalam hal pengembalian buku. Adanya pemberlakuan denda keterlambatan bagi para pemustaka di perpustakaan daerah memang masih menjadi pro dan kontra seiring pemerintah daerah yang sedang gencar-gencarnya menerapkan layanan kepada masyarakat dengan profesional tanpa ada embel-embel jalur birokrasi yang serba sulit dan selalu memerlukan uang administrasi untuk kelancaran sebagai dalih para pegawai untuk meraup keuntungan pribadi atau yang sering kita sebut pungli. Namun demikian, disisi lain potensi adanya denda keterlambatan bagi para pemustaka merupakan sebuah peluang dengan tetap mengkedapankan unsur layanan total terhadap para pemustaka. Dengan konsep tersebut, maka seyogiyanya kantor perpustakaan daerah dapat menerapkan sebuah aturan denda keterlambatan yang jujur, transparan, akuntabel.

Perpustakaan Daerah Indramayu sendiri telah memberlakukan denda keterlambatan pengembalian buku sejak tahun 2007. Sebelumnya Perpustakaan Daerah Indramayu tidak memberlakukan sanksi apapun bagi para pemustaka yang terlambat untuk mengembalikan buku bahkan bagi yang tidak mengembalikannya sekalipun. Hal ini dilakukan guna memberikan pelayanan yang memuaskan kepada pemustaka. Namun sangat disayangkan pada masa itu setiap tahun harus kehilangan buku berkisar 300-500 eksemplar karena tidak dikembalikan tanpa keterangan. Sehingga ketika dilakukan stock opname koleksi perpustakaan dari tahun ke tahun semakin berkurang. Dengan berpijak pada pengalaman masa lalu itulah yang membuat penulis mengusulkan agar diberlakukan denda keterlambatan dan sanksi buku yang tidak dikembalikan karena hilang maupun karena memang sengaja tidak mengembalikan dengan tujuan pertama, mendidik kedisiplinan para pemustaka agar tepat waktu ketika mengembalikan. Kedua, dengan adanya denda ini diharapkan rotasi buku yang dipinjam dan dikembalikan dapat tepat waktu sehingga tidak merugikan bagi para pemustaka lain yang akan meminjam buku tersebut. Ketiga, dengan diberlakukannya denda keterlambatan ini dimana bertujuan untuk mensiasati dalam membeli terbitan buku-buku baru, konsep yang dipakai adalah dari pemustaka oleh pemustaka dan untuk pemustaka. Keempat, selain sanksi denda keterlambatan juga ada sanksi untuk mengganti buku-buku yang hilang ketika di pinjam pemustaka baik harus mengganti dengan judul buku yang sama maupun berbeda akan tetapi dengan subjek yang sama. Tujuannya adalah agar jumlah koleksi tidak berkurang dari tahun ke tahun tanpa alasan yang jelas. Sedangkan sanksi pengganti buku yang hilang berupa uang tidak dilakukan.

Masyarakat , Denda dan Minat Baca
Perpustakaan daerah hendaknya tidak bersikap eksklusif namun inklusif. Jangan statis akan tetapi dinamis terhadap perkembangan masyarakat di sekitarnya. Masyarakat dalam hal ini pemustaka merupakan salah satu komponen yang perlu dilibatkan dalam pengembangan perpustakaan salah satunya dalam upaya peningkatan minat baca melalui pengadaan koleksi buku-buku baru. Lantas apa upaya dan peran masyarakat agar bisa dilibatkan terhadap kondisi tersebut? Yaitu memposisikan cara berpikir masyarakat terhadap denda keterlambatan buku sebagai kesepakatan bersama yang dijalankan dengan penuh kesadaran. Caranya adalah pertama, libatkan pemustaka ketika akan membuat peraturan denda keterlambatan buku. Dalam penentuan kebijakan peraturan perpustakaan terutama yang berkaitan dengan denda keterlambatan pengembalian buku, ada baiknya melibatkan pemustaka dengan cara melakukan komunikasi dua arah antara pihak perpustakaan dan wakil dari pemustaka untuk membuat sebuah titik kesepakatan bersama seperti besaran denda dan perolehan denda yang dimanfaatkan untuk apa. Untuk menuju ini, tentu saja tidak mudah, paling tidak antara pemustaka dan perpustakaan perlu mengkedapankan prinsip saling percaya. Kedua, sebaiknya hasil perolehan denda keterlambatan harus dilaporkan secara transparan terhadap publik agar tidak terjadi kecurigaan. Metode pelaporan seperti yang dilakukan masjid-masjid adalah bisa diambil sebagai contohnya. Pelaporan bisa dilakukan setiap minggu atau setiap bulan dari mulai hasil perolehan denda hingga buku-buku baru yang telah dibeli. Ketiga, lakukan evaluasi terhadap buku-buku yang dibeli dan statistik peminjamannya kemudian hasilnya di publikasikan kepada masyarakat. Keempat, denda keterlambatan harus dikhususkan untuk pembelian koleksi buku baru tidak untuk yang lain. Disini diperlukan sikap idealisme pimpinan sebagai penanggung jawab dan pustakawan yang visioner dan jujur terhadap pemanfaatan denda keterlambatan. Hal ini pernah dialami oleh Perpustakaan Daerah Indramayu dimana di tahun 2007-2008 pemanfaatan denda keterlambatan masih berjalan ajeg dan normal, akan tetapi karena pergantian pimpinan ditahun 2009 hingga sekarang yang menyebabkan perbedaan pada kebijakan pemanfaatan denda yang telah berubah fungsi tidak lagi dikhususkan untuk pembelian koleksi buku baru melainkan diperuntukan dalam pembelian bukan koleksi yang secara langsung tidak bermanfaat terhadap upaya peningkatan minat baca. Inilah yang seharusnya dicermati bahwa segala yang berasal dari pemustaka sudah selayaknya harus kembali ke pemustaka berupa sesuatu yang dapat bermanfaat oleh para pemustaka seperti membeli buku-buku baru ini. Kelima, upayakan dalam pembelian koleksi buku baru harus berdasarkan benar-benar kebutuhan para pemustaka misalnya melalui kuesioner atau daftar usulan koleksi yang disediakan bukan karena kebutuhan pustakawan, pimpinan maupun unsur lain diluar pemustaka.

Lima upaya diatas apabila dilakukan dengan jujur dan transparan, maka bukan tidak mungkin dampak terhadap minat baca lambat laun akan meningkat karena pada aras tersebut masyarakat diajak untuk berpartisipasi aktif. Para pemustaka menjadi tergerak untuk datang ke perpustakaan karena adanya buku-buku baru yang dibeli setiap bulan. Perpustakaan tidak lagi harus mengeluh karena metode pengadaan koleksi buku yang tidak tepat. Apabila di renungkan denda keterlambatan merupakan sesutau yang tidak diharapkan oleh perpustakaan, namun sekaligus juga menjadi peluang yang bisa dimanfaatkan untuk kepentingan para pemustaka kembali yaitu dengan mengkhususkan diri dalam pembelian koleksi buku-buku baru setiap bulannya. Bukankah ini namanya simbiosis mutualisme? Tidak ada yang dirugikan baik dari pihak pemustaka maupun dari pihak perpustakaan itu sendiri. Oleh karena itu, marilah kita berkontemplasi sejenak pada hakekatnya denda keterlambatan yang khusus diperuntukan dalam pembelian koleksi buku-buku baru sejatinya dapat meningkatkan minat baca dan bermanfaat untuk pemustaka.

Pustakawan BAPETEN
www.muradmaulana.com
[ Mengubah: Rabu, 20 Agustus 2014, 15:09 ]
Gambar dari RIKA RATNA DEWI
dari RIKA RATNA DEWI - Selasa, 19 Agustus 2014, 18:58
Anyone in the world
Assalaamu\'alaikum wr.wb.

Hallo teman2.. selamat malam, *(di tempat sekarang saya sedang duduk manis) hhhe...

kuliah, menjadi mahasiswi, lulus dengan cumlaude, bekerja dan membangun perusahaan adalah impian besar saya, bagi gadis usia 20 tahun seperti saya, mungkin usia tsb adalah masa \"bercinta\" atau ya mungkin suka-suka.an hhe... tapi bagi saya, usaia saya sekarang adalah masa dimana saya harus produktif, menggunakan segenap waktu saya untuk meraih cita-cita saya. (Jelas lah bagi seorang Muslim, cita2 terbesarnya adalah Jannah dengan Ridho Allah SWT), dan jalan menuju syurga adalah ilmu, begitu kata sebuah hadist. hhe...

Kuliah di UT adalah pilihan. Universitas lain sebenarnya banyak, tapi sekali lagi ya ini lah! PILIHAN! Belajar jarak jauh dengan mengandalkan modul dan bercakap dengan jemari tangan yang menari di atas keyboard ataupun layar hp adalah konsekuensi, aku bersyukur jadi mahasiswi UT, aku bisa fleksibel dalam mengatur waktu belajar, aku lebih mandiri dan yang tak kalah aku syukuri adalah aku banyak mendapat teman, sehingga jaringan silaturahimku tak lagi terbatas *door to door*.
Namun ada hal yang harus aku ingat disini, aku HARUS FOKUS! AKU HARUS FOKUS BELAJAR! Niatku adalah BELAJAR adapun jika aku dapet jodoh sama-sama mahasiswa UT, ya mungkin itu bonusnya, Hhhhiii...

*Sekian tulisan saya ini semoga bermanfaat bagi para maba, khususnya saya sendiri, adapun karya ini di tulis atas dasar PERINGATAN bagi diri saya sendiri jika di tengah jalan saya berfikir ^macam-macam^

terimakasih telah menyempatkan diri membaca karya saya

Semoga bermanfaat.
^Rika

Wassalaamu\'alaikum wr.wb.
manis
dari WIDIA ASTUTI - Sabtu, 2 Agustus 2014, 05:35
Anyone in the world
bintang itu indah,namun dia selalu hilang disaat fajar telah menampakkan diri.
bintang itu indah,tapi dia hanya datang di waktu gelap dan harapan akan ketenangan sudah tinggal fatamorgana.
Gambar dari TEGUH BUDIONO
dari TEGUH BUDIONO - Minggu, 20 April 2014, 15:31
Anyone in the world
Kuliah di UT (Universitas Terbuka) itu "AWESOME"!!!

LOGO UT


TS : Apa yang ada dipikiran kamu kalau denger kata "UT"???


"S1 penyetaraan Guru"

"Masuk mudah, lulus susah"

"Kuliah Online"

"Kuliah Mandiri"

"Ijazah gak diakui"



Ya, mungkin beberapa ada yang benar, tapi tentu saja gak semua persepsi yang beredar di masyarakat tentang UT itu semuanya benar. kebanyakan selama ini masyarakat mempunyai pandangan yang salah terhadap kualitas dari proses belajar dan mengajar di UT. Mereka kurang mengerti kebenaran yg sebenarnya.

Maka dari itu, aku sebagai salah satu mahasiswa UT, memiliki tanggung jawab untuk meluruskan itu semua dengan membuat postingan ini. Terlebih banyak teman-teman yang menganggap remeh kuliah di UT seperti main-main dan aneh. Bahkan ada salah satu teman yang menyebut UT itu "Ulang Terus, Uang Teruss". Sedikit sakit hati kalau denger seseorang menganggap kuliah di UT seperti kuliah di instansi yang gak jelas, dimana ijazahnya gak berlaku untuk mencari kerja.

UT memiliki kelebihan dan kekurangannya sendiri, seperti semua hal yang ada didunia ini, pasti gak akan ada yang sempurna, kecuali Tuhan kan...


Emang UT yang sebenarnya gimana sich bro?

Oke, kita mulai dulu dari pengenalan tentang Universitas Terbuka atau yang sering disingkat UT. Universitas Terbuka (UT) adalah Perguruan Tinggi Negeri ke-45 di Indonesia yang diresmikan pada tanggal 4 September 1984, berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 41 Tahun 1984. Ya UT itu PTN, perguruan tinggi negeri, jadi statusnya setara dengan ITB, UGM, UNY, Undip, UnSri, UI dan PTN-PTN negeri yang lain, dan karena negeri jadilah jelas diakui oleh pemerintah, dan otomatis juga status ijazahnya jelas, dan stara dengan ijazah-ijazah yang dikeluarkan oleh universitas lainnya. Jadi kalau ada yang bilang ijazah UT gak diakui, ohhhh gosh…itu kesalahan besar, besar sekali malahan…(mungkin orang yang bilang kayak gitu itu, orang yang iri dengan kepopuleran UT..hihihi). Kalau pemerintah aja mengakui, masak perusahaan-perusahaan kagak, ya jelas bisa donk, ijazah UT bisa untuk mecari pekerjaan. Mau lamar jadi PNS, jadi Karyawan BUMN, atau karyawan swasta juga bisa sob…

Selain UT itu negeri, kuliah di UT itu menyenangkan sob, karena kita bener2 diberi kebebasan untuk belajar mandiri, dan yang jelas kuliahnya sangat-sangat fleksibel, karena kalau kita lagi males banget ikut kuliah, karena harus dateng di Kelas, ya kita bisa ambil TUTON (Tutorial Online) aja.

Bicara tentang proses belajar mengajar, di UT mengenal 3 cara belajar. Yang pertama di sebut TUTON atau Tutorial Online, tutorial ini bisa kita ikuti melalui website student.ut.ac.id (tu kan canggih loh belajar di UT) didalam website tersebut, kita akan diberi teori-teori sesuai dengan matakuliah yang kita ambil setiap semesternya oleh staf pengajar, bisa tutor atau dosen, dan metode ini gratis tis, alias secara otomatis akan disediakan pihak UT apabila kita melakukan aktivasi TUTON tersebut…Gimana asyik kan???

Nah, kalau seandainya kita termasuk orang yang lebih senang berada di kelas, jangan kawatir, UT juga menyediakan metode pembelajaran dengan system tatap muka atau lebih dikenal dengan istilan TTM yaitu Tutorial Tatap Muka (Bukan teman tapi mesra loh..hehe) jadi di TTM ini kita akan diwajibkan untuk mengikuti tatap muka sebanyak 8 pertemuan dengan kewajiban hadir sebanyak 5 kali dalam setiap semester. Untuk TTM selalu diadakan di hari sabtu atau minggu, atau terkadang menyesuaikan waktu peserta TTM-nya. Dan yang ketiga metode 100% Mandiri, yupss, kalau kalian males buka2 internet, trus males dateng ke kelas juga, ya udah belajar sendiri aja. Hehehe, mungkin ini yang terkadang dibilang orang, kuliah di UT itu aneh, tapi disitulah kelebihan UT, karena kita tidak harus diwajibkan ikut Tuton/TTM, sehingga mahasiswa lebih bisa merasa bebas, karena belajar tanpa ada ikatan (tu kannnn, asik gila, apalagi bagi orang yang berjiwa bebas, pas banget metode belajar kayak gini…).


Trus kualitas UT gimana?

Bentar…bentar, ini kualitas apanya dulu nih. Kalau bicara kualitas bahan ajar UT, wahhhh bro..jangan diragukan lagi deh, bener-bener terjamin materi yang diberikan di setiap prodi. Nah bahan ajar UT itu udah terstandarisasi dengan baik bahkan sudah sesuai dengan ISO 9001 dan ICDE (Internasional Council for Distance Education) yup, UT juga sudah diakui secara internasional sob, jadi jelas donk, Ijazah UT bisa diterima di luar negeri.

BMP atau Buku Materi Pokok atau lebih dikenal dengan istilah Modul UT, merupakan hasil dari kerjasama dari tim UT dan universitas atau lembaga besar, salah satunya UI. Jadi jelas donk kualitasnya gimana, secara ya kan….

Dan karena saking bagusnya materi modul UT ini, ada loh sebagian universitas atau PT swasta yang mengadopsi materi dari modul UT ini, entah secara resmi atau gak. Bahkan Open University of Malaysia juga bekerja sama dengan UT tetang pengadaan materi kuliah.


Akreditasi UT pasti gak ada ya kan?

Weiiiissss, jangan ngomong ngawur sob, progam studi UT sendiri sudah terakreditasi “B” , yup sudah “B”, sesuai dengan SK Nomor 052 & 054 tahun 2011 oleh BAN-PT alias Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi.

Ya elah, masak masih ragu sih sob sama kualitas UT, tu kan faktanya dan buktinya udah banyak banget….


Tapi UT kan gak ada skripsi, kan meragukan kalau lulus S1 tapi gak pakai skripsi?

Ya elah sob, dirimu kira skripsi itu gampang ya, susah bro…lagian kenapa kalian milih jalan yang susah, kalau ada jalan yang lebih sederhana menjadi sarjana, ya kan…
Dan lulus di UT itu gak gampang sob, penuh perjuangan, walaupun memang gak ada skripsi, tapi untuk lulus setiap mahasiswa di wajibkan untuk mengikuti TAP atau Tugas Akhir Program, dan mulai tahun 2013, mahasiswa UT juga diharuskan untuk membuat karya ilmiah sebagai syarat kelulusan yang kedua. Nah, karya ilmiah ini fungsinya hampir sama dengan skripsi, bedanya kalau karya ilmiah mungkin tanpa sidang tapi lebih mirip seperti seminar.


Loe dari tadi bilang kuliah di UT penuh perjuangan, mang maksudnya apa bro?

Ya perjuangan bro, jadi gini, system kelulusan mata kuliah itu ditentukan berdasarkan nilai keberhasilan dari ujian akhir semester alias UAS, dan ujian sendiri diadakan sebanyak dua kali setiap semesternya, minggu pertama dan minggu kedua. Nah ujian ini biasanya diadakan di sekolah-sekolah (SMP/SMA) yang berada disekitar kantor perwakilan UT (disebut UPBJJ) di setiap daerah, dan yang horornya lagi tempat ujian dan nomor kursi diacak-acak, jadi kemungkinan kecil kita bisa satu ruangan dengan teman kuliah kita, oleh sebab itu gak ada yang namanya contek-contekkan dengan bangku sebelah, soalnya selain gak kenal, mata kuliah yang diujikan juga belum tentu sama (tuuu kan hororrr gak klo gitu…hihihi).

Nah, system ujian ini mengadopsi dengan system Ujian Nasional, jadi semua terpusat di Tangerang, sehingga dari soal dan nilai, semua ditentukan dari pusat, jadi otomatis gak ada istilah lobi-lobi nilai seperti yang sering kita denger di PT swasta. Kalau gak belajar ya dipastikan gak bakal lulus ujian, kecuali pas lagi beruntung milih jawaban yang bener,hehehehe….

Dan apabila kita gak bisa mengikuti ujian tertulis, UT sendiri juga menyediakan ujian online. Ujian online sendiri adalah system ujian menggunakan jaringan internet yang tersambung langsung ke UT pusat. Waktu diadakannya ujian ini lebih lama satu bulan dengan ujian tertulis. Walaupun namanya online, bukan berarti kita bisa ikut ujian melalui PC di warnet atau pakai modem dirumah loh, kita harus dateng ke kantor perwakilan UT alias UPBJJ (Unit Program Belajar Jarak Jauh) disitulah nanti kita mengikuti ujiannya, tentu saja tetap ada pengawas ujiannya ya..hehehe..

Selain system ujian yang super ketat, perjuangan kuliah di UT lebih kepada kemampuan diri sendiri untuk disiplin dan tanggung jawab pada setiap proses belajar yang kita pilih (TUTON, TTM atau Mandiri). Bayangin aja bro, kalau kita diberi kebebasan dalam belajar, gak ada sosok dosen yang kita temui setiap harinya tapi hanya lewat computer, gimana coba?? Pasti klo gak disiplin dan tanggung jawab, bisa bisa setiap ada tugas gak pernah ngerjain, apalagi sekedar baca modul, ihhhh males banget kan baca buku tebel-tebel gitu…

Makanya itu, kuliah di UT itu super duper perjuangan….


Wah seru juga ya kuliah di UT bro, trus katanya murah, emang semurah apa sich bro?

Wah UT mah bukan murah lagi bro, tapi keterlaluan murahnya bro..hehehe, bayangin aja kita hanya diwajibkan untuk membayar uang kuliah untuk biaya SKSnya aja, yaitu 36.000/SKS, gila kan…

La kalau kita mau ikut TTM, kita bakal dikenai biaya administrasi sebesar 150.000/mata kuliah, untuk TUTON gratis bro, apalagi yang mandiri, gak usah bayar, Cuma bayar SKS trus beli modul di TBO. Karunika (Toko buku online khusus menjual modul UT). Jadi gak usah bayar uang gedung, sumbangan atau apalah yang biasanya diwajibkan di universitas lainnya.

Jadi karena murah dan fleksibel itulah kelebihan dari UT, walau murah tapi bukan berarti murahan ya bro…Camkan itu !!!!


Tapi aneh juga ya, UT kan universitas tapi kok gak ada kampusnya?

Halooooooooo….Pertanyaan macam apa itu bro. Tentu saja UT juga punya kampus donk, dan kampusnya super keren ya, Alamatnya ada di :

JL. CABE RAYA, PONDOK CABE, PAMULANG, TANGERANG SELATAN, BANTEN.

Disitulah berdiri kampus UT pusat yang megah, mau bukti, nih fotonya..

Kampus & wisma UT di Pondok Cabe, Tangerang.

Dan karena system UT merupakan pembelajaran jarak jauh, jadi dihampir setiap daerah di Indonesia ini ada perwakilan UT/UPBJJ. Sehingga jangan heran kalau UT termasuk megauniversity dengan mahasiswa berjumlah ribuan setiap angkatannya.

Dan bagi mahasiswa daerah yang ber IPK tinggi, bisa diwisuda di UT pusat ini, tentu saja harus IPK diatas 3,00, yahuuud banget kan…


Tapi gimana kualitas alumninya, emang ada yang jadi “orang besar”?

Buset dah sob, kok ngomong gitu ya…#ngelus dada..

Gini sob, pada awalnya UT memang dibentuk untuk program penyetaraan kualitas guru di Indoneisa, itulah kenapa program studi di UT dibedakan menjadi dua yaitu Pendas (Pendidikan dasar) dan non-pendas, tapi lambat laun UT menerima masyarakat luas.
Nah, kalau ditanya alumni ada yang jadi orang besar, tentu aja ada dong sob, antara lain nih ya:

1. Bpk. Joko Suyanto (Lulusan S1 FISIP UT Tahun 1996): sebagai Menko PolHukam
2. Bpk. E.E Mangindaan (Lulusan S1 FISIP UT Tahun 1995): sebagai Meneg P.A.N dan Reformasi Birokrasi
3. Ibu Linda Amalia Sari (Lulusan S1 FISIP UT Tahun 1995): sebagai Meneg Pemberdayaan Perempuan & Perlindungan Anak
4. Ibu Ani Bambang Yudhoyono (Lulusan S1 FISIP UT Tahun 1998): sebagai Ibu Negara RI
5. Bpk. Eko Maulana Ali : sebagai Gubernur Bangkabelitung

Bukan Cuma para pejabat politik sob, dari kalangan selebritis juga ada seperti Dewi Hughes, Asmirandah, Diah Permatasari, Elis Stannia (Stardut), dll.

Dikalangan pengusaha juga ada sob antar lain:
1. Mooryati Soedibyo (Pemilik Mustika Ratu kosmetik)
2. Dewi Motik (MONO Grup.)
dll.

Gimana sob, hehehe…


Iya dech bro, baru tahu kalau UT itu universitas yang berkualitas, maaf ya bro udah
remehin UT…

TS: Iya bro, santai aja…


Nah sekianlah penjelasan tentang UT itu seperti apa, aku berharap dengan adanya postingan ini, tidak ada lagi yang menganggap remeh seseorang yang kuliah di Univesitas Terbuka, karena dimanapun ilmu itu dicari, disitulah kepastian akan sebuah kebaikan…
Untuk lebih jelasnya silahkan kunjungi situs UT di www.ut.ac.id
[ Mengubah: Minggu, 20 April 2014, 15:33 ]
mr. kasmir
dari KASMIR HARAHAP - Kamis, 17 April 2014, 20:18
Anyone in the world
KEEP LEARNING
Gambar dari AGUS SUPRIYADI
dari AGUS SUPRIYADI - Selasa, 15 April 2014, 10:53
Anyone in the world
Rekan-rekan mahasiswa yang berasal dari Kota Balikpapan, yuk kita gabung untuk bertukar dan berbagi informasi mengenai hal-hal yang berkaitan dengan Universitas Terbuka..

saya
dari TITIS HARTIKASARI - Jumat, 14 Maret 2014, 14:31
Anyone in the world
kuis 1
Gambar dari CLAUDIA VIKI ANGELINA
dari CLAUDIA VIKI ANGELINA - Minggu, 9 Maret 2014, 11:33
Anyone in the world

Organisasi adalah unit sosial atau entitas sosial yang didirikan oleh manusia untuk jangka waktu yang relatif lama, beranggotakan sekelompok manusia – minimal dua orang, mempunyai kegiatan yang terkoordinir, teratur dan terstruktur, didirikan untuk mencapai tujuan tertentu dan mempunyai identitas diri yang membedakan satu entitas dengan entitas lainnya”.

Dari pengertian diatas,organisasi mempunyai 5 komponen utama yaitu:

  •  unit/entitas sosial,
  • beranggotakan minimal dua orang
  • berpola kerja yang terstuktur,
  • mempunyai tujuan yang ingin dicapai,
  • mempunyai identitas diri.
Secara umum karakteristik organisasi bisa dibedakan menjadi dua,yaitu dimensi struktural dan kontekstual,selain itu organisasi itu sendiri dapat dipahami melalui metafora gunung es yang membedakan organisasi dariaspek formal dan informal.
Tujuan terpenting dari didirikannya organisasi adalah agar secara resources(sumber daya langka) bisa diubah menjadi produk/jasa yang bernilai tambah sehingga kebutuhan manusia bisa terpenihi secara optimal.Proses penciptaan nilai tambah ditempuh melalui tiga tahap,yakni; masukan(input),proses transformasi dan keluaran (output).

Claudia Viki Angelina
akuntansi 2014.1
01761916

Gambar dari SULASTRI
dari SULASTRI - Senin, 24 Pebruari 2014, 15:05
Anyone in the world
Ilmu Pendidikan Ekonomi
Gambar dari SEPTY HANDAYANI
dari SEPTY HANDAYANI - Senin, 17 Pebruari 2014, 22:07
Anyone in the world
Manajemen sumber daya manusia adalah suatu proses menangani berbagai masalah pada ruang lingkup karyawan, pegawai, buruh, manajer dan tenaga kerja lainnya untuk dapat menunjang aktivitas organisasi atau perusahaan demi mencapai tujuan yang telah ditentukan.

Bagian atau unit yang biasanya mengurusi sdm adalah departemen sumber daya manusia atau dalam bahasa inggris disebut HRD atau human resource department. Menurut A.F. Stoner manajemen sumber daya manusia adalah suatu prosedur yang berkelanjutan yang bertujuan untuk memasok suatu organisasi atau perusahaan dengan orang-orang yang tepat untuk ditempatkan pada posisi dan jabatan yang tepat pada saat organisasi memerlukannya.

Manajemen sumber daya manusia juga menyangkut desain sistem perencanaan, penyusunan karyawan, pengembangan karyawan, pengelolaan karier, evaluasi kinerja, kompensasi karyawan dan hubungan ketenagakerjaan yang baik. Manajemen sumber daya manusia melibatkan semua keputusan dan praktik manajemen yang memengaruhi secara langsung sumber daya manusianya.


Fungsi manajemen

  • Perencanaan, perencanaan adalah usaha sadar dalam pengambilan keputusan yang telah diperhitungkan secara matang tentang hal-hal yang akan dikerjakan di masa depan dalam dan oleh suatu
    organisasi dalam rangka pencapaian tujuan yang telah dilakukan sebelumnya.
  • Rekrutmen, adalah proses penarikan sekelompok kandidat untuk mengisi posisi yang lowong. Perekrutan yang efektif akan membawa peluang
    pekerjaan kepada perhatian dari orang-orang yang berkemampuan dan keterampilannya memenuhi spesifikasi pekerjaan. (Menurut Schermerhorn, 1997)
  • Seleksi, adalah suatu proses menemukan tenaga kerja yang tepat dari sekian banyak kandidat atau calon yang ada.
  • Orientasi, Pelatihan dan Pengembangan, Pelatihan (training) merupakan proses pembelajaran yang melibatkan perolehan keahlian, konsep, peraturan, atau sikap untuk meningkatkan kinerja tenaga kerja. Pelatihan kerja adalah keseluruhan kegiatan untuk memberi, memperoleh, meningkatkan, serta mengembangkan kompetensi kerja, produktivitas, disiplin, sikap, dan etos kerja pada ingkat ketrampilan dan keahlian tertentu sesuai dengan jenjang dan kualifikasi jabatan dan pekerjaan.
Pustaka (hildaagustina-dot-blogspot-dot-com)

[ Mengubah: Senin, 17 Pebruari 2014, 22:10 ]
Halaman:  1  2  3  4  5  6  7  8  9  10  11  12  ()

  
Anda belum login. (Login)