You are here

UT-Online Learning Center

Halaman:  1  2  3  4  5  6  7  8  9  10  11  12  13  14  15  ()
Gambar dari TEGUH BUDIONO
dari TEGUH BUDIONO - Minggu, 20 April 2014, 15:31
Anyone in the world
Kuliah di UT (Universitas Terbuka) itu "AWESOME"!!!

LOGO UT


TS : Apa yang ada dipikiran kamu kalau denger kata "UT"???


"S1 penyetaraan Guru"

"Masuk mudah, lulus susah"

"Kuliah Online"

"Kuliah Mandiri"

"Ijazah gak diakui"



Ya, mungkin beberapa ada yang benar, tapi tentu saja gak semua persepsi yang beredar di masyarakat tentang UT itu semuanya benar. kebanyakan selama ini masyarakat mempunyai pandangan yang salah terhadap kualitas dari proses belajar dan mengajar di UT. Mereka kurang mengerti kebenaran yg sebenarnya.

Maka dari itu, aku sebagai salah satu mahasiswa UT, memiliki tanggung jawab untuk meluruskan itu semua dengan membuat postingan ini. Terlebih banyak teman-teman yang menganggap remeh kuliah di UT seperti main-main dan aneh. Bahkan ada salah satu teman yang menyebut UT itu "Ulang Terus, Uang Teruss". Sedikit sakit hati kalau denger seseorang menganggap kuliah di UT seperti kuliah di instansi yang gak jelas, dimana ijazahnya gak berlaku untuk mencari kerja.

UT memiliki kelebihan dan kekurangannya sendiri, seperti semua hal yang ada didunia ini, pasti gak akan ada yang sempurna, kecuali Tuhan kan...


Emang UT yang sebenarnya gimana sich bro?

Oke, kita mulai dulu dari pengenalan tentang Universitas Terbuka atau yang sering disingkat UT. Universitas Terbuka (UT) adalah Perguruan Tinggi Negeri ke-45 di Indonesia yang diresmikan pada tanggal 4 September 1984, berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 41 Tahun 1984. Ya UT itu PTN, perguruan tinggi negeri, jadi statusnya setara dengan ITB, UGM, UNY, Undip, UnSri, UI dan PTN-PTN negeri yang lain, dan karena negeri jadilah jelas diakui oleh pemerintah, dan otomatis juga status ijazahnya jelas, dan stara dengan ijazah-ijazah yang dikeluarkan oleh universitas lainnya. Jadi kalau ada yang bilang ijazah UT gak diakui, ohhhh gosh…itu kesalahan besar, besar sekali malahan…(mungkin orang yang bilang kayak gitu itu, orang yang iri dengan kepopuleran UT..hihihi). Kalau pemerintah aja mengakui, masak perusahaan-perusahaan kagak, ya jelas bisa donk, ijazah UT bisa untuk mecari pekerjaan. Mau lamar jadi PNS, jadi Karyawan BUMN, atau karyawan swasta juga bisa sob…

Selain UT itu negeri, kuliah di UT itu menyenangkan sob, karena kita bener2 diberi kebebasan untuk belajar mandiri, dan yang jelas kuliahnya sangat-sangat fleksibel, karena kalau kita lagi males banget ikut kuliah, karena harus dateng di Kelas, ya kita bisa ambil TUTON (Tutorial Online) aja.

Bicara tentang proses belajar mengajar, di UT mengenal 3 cara belajar. Yang pertama di sebut TUTON atau Tutorial Online, tutorial ini bisa kita ikuti melalui website student.ut.ac.id (tu kan canggih loh belajar di UT) didalam website tersebut, kita akan diberi teori-teori sesuai dengan matakuliah yang kita ambil setiap semesternya oleh staf pengajar, bisa tutor atau dosen, dan metode ini gratis tis, alias secara otomatis akan disediakan pihak UT apabila kita melakukan aktivasi TUTON tersebut…Gimana asyik kan???

Nah, kalau seandainya kita termasuk orang yang lebih senang berada di kelas, jangan kawatir, UT juga menyediakan metode pembelajaran dengan system tatap muka atau lebih dikenal dengan istilan TTM yaitu Tutorial Tatap Muka (Bukan teman tapi mesra loh..hehe) jadi di TTM ini kita akan diwajibkan untuk mengikuti tatap muka sebanyak 8 pertemuan dengan kewajiban hadir sebanyak 5 kali dalam setiap semester. Untuk TTM selalu diadakan di hari sabtu atau minggu, atau terkadang menyesuaikan waktu peserta TTM-nya. Dan yang ketiga metode 100% Mandiri, yupss, kalau kalian males buka2 internet, trus males dateng ke kelas juga, ya udah belajar sendiri aja. Hehehe, mungkin ini yang terkadang dibilang orang, kuliah di UT itu aneh, tapi disitulah kelebihan UT, karena kita tidak harus diwajibkan ikut Tuton/TTM, sehingga mahasiswa lebih bisa merasa bebas, karena belajar tanpa ada ikatan (tu kannnn, asik gila, apalagi bagi orang yang berjiwa bebas, pas banget metode belajar kayak gini…).


Trus kualitas UT gimana?

Bentar…bentar, ini kualitas apanya dulu nih. Kalau bicara kualitas bahan ajar UT, wahhhh bro..jangan diragukan lagi deh, bener-bener terjamin materi yang diberikan di setiap prodi. Nah bahan ajar UT itu udah terstandarisasi dengan baik bahkan sudah sesuai dengan ISO 9001 dan ICDE (Internasional Council for Distance Education) yup, UT juga sudah diakui secara internasional sob, jadi jelas donk, Ijazah UT bisa diterima di luar negeri.

BMP atau Buku Materi Pokok atau lebih dikenal dengan istilah Modul UT, merupakan hasil dari kerjasama dari tim UT dan universitas atau lembaga besar, salah satunya UI. Jadi jelas donk kualitasnya gimana, secara ya kan….

Dan karena saking bagusnya materi modul UT ini, ada loh sebagian universitas atau PT swasta yang mengadopsi materi dari modul UT ini, entah secara resmi atau gak. Bahkan Open University of Malaysia juga bekerja sama dengan UT tetang pengadaan materi kuliah.


Akreditasi UT pasti gak ada ya kan?

Weiiiissss, jangan ngomong ngawur sob, progam studi UT sendiri sudah terakreditasi “B” , yup sudah “B”, sesuai dengan SK Nomor 052 & 054 tahun 2011 oleh BAN-PT alias Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi.

Ya elah, masak masih ragu sih sob sama kualitas UT, tu kan faktanya dan buktinya udah banyak banget….


Tapi UT kan gak ada skripsi, kan meragukan kalau lulus S1 tapi gak pakai skripsi?

Ya elah sob, dirimu kira skripsi itu gampang ya, susah bro…lagian kenapa kalian milih jalan yang susah, kalau ada jalan yang lebih sederhana menjadi sarjana, ya kan…
Dan lulus di UT itu gak gampang sob, penuh perjuangan, walaupun memang gak ada skripsi, tapi untuk lulus setiap mahasiswa di wajibkan untuk mengikuti TAP atau Tugas Akhir Program, dan mulai tahun 2013, mahasiswa UT juga diharuskan untuk membuat karya ilmiah sebagai syarat kelulusan yang kedua. Nah, karya ilmiah ini fungsinya hampir sama dengan skripsi, bedanya kalau karya ilmiah mungkin tanpa sidang tapi lebih mirip seperti seminar.


Loe dari tadi bilang kuliah di UT penuh perjuangan, mang maksudnya apa bro?

Ya perjuangan bro, jadi gini, system kelulusan mata kuliah itu ditentukan berdasarkan nilai keberhasilan dari ujian akhir semester alias UAS, dan ujian sendiri diadakan sebanyak dua kali setiap semesternya, minggu pertama dan minggu kedua. Nah ujian ini biasanya diadakan di sekolah-sekolah (SMP/SMA) yang berada disekitar kantor perwakilan UT (disebut UPBJJ) di setiap daerah, dan yang horornya lagi tempat ujian dan nomor kursi diacak-acak, jadi kemungkinan kecil kita bisa satu ruangan dengan teman kuliah kita, oleh sebab itu gak ada yang namanya contek-contekkan dengan bangku sebelah, soalnya selain gak kenal, mata kuliah yang diujikan juga belum tentu sama (tuuu kan hororrr gak klo gitu…hihihi).

Nah, system ujian ini mengadopsi dengan system Ujian Nasional, jadi semua terpusat di Tangerang, sehingga dari soal dan nilai, semua ditentukan dari pusat, jadi otomatis gak ada istilah lobi-lobi nilai seperti yang sering kita denger di PT swasta. Kalau gak belajar ya dipastikan gak bakal lulus ujian, kecuali pas lagi beruntung milih jawaban yang bener,hehehehe….

Dan apabila kita gak bisa mengikuti ujian tertulis, UT sendiri juga menyediakan ujian online. Ujian online sendiri adalah system ujian menggunakan jaringan internet yang tersambung langsung ke UT pusat. Waktu diadakannya ujian ini lebih lama satu bulan dengan ujian tertulis. Walaupun namanya online, bukan berarti kita bisa ikut ujian melalui PC di warnet atau pakai modem dirumah loh, kita harus dateng ke kantor perwakilan UT alias UPBJJ (Unit Program Belajar Jarak Jauh) disitulah nanti kita mengikuti ujiannya, tentu saja tetap ada pengawas ujiannya ya..hehehe..

Selain system ujian yang super ketat, perjuangan kuliah di UT lebih kepada kemampuan diri sendiri untuk disiplin dan tanggung jawab pada setiap proses belajar yang kita pilih (TUTON, TTM atau Mandiri). Bayangin aja bro, kalau kita diberi kebebasan dalam belajar, gak ada sosok dosen yang kita temui setiap harinya tapi hanya lewat computer, gimana coba?? Pasti klo gak disiplin dan tanggung jawab, bisa bisa setiap ada tugas gak pernah ngerjain, apalagi sekedar baca modul, ihhhh males banget kan baca buku tebel-tebel gitu…

Makanya itu, kuliah di UT itu super duper perjuangan….


Wah seru juga ya kuliah di UT bro, trus katanya murah, emang semurah apa sich bro?

Wah UT mah bukan murah lagi bro, tapi keterlaluan murahnya bro..hehehe, bayangin aja kita hanya diwajibkan untuk membayar uang kuliah untuk biaya SKSnya aja, yaitu 36.000/SKS, gila kan…

La kalau kita mau ikut TTM, kita bakal dikenai biaya administrasi sebesar 150.000/mata kuliah, untuk TUTON gratis bro, apalagi yang mandiri, gak usah bayar, Cuma bayar SKS trus beli modul di TBO. Karunika (Toko buku online khusus menjual modul UT). Jadi gak usah bayar uang gedung, sumbangan atau apalah yang biasanya diwajibkan di universitas lainnya.

Jadi karena murah dan fleksibel itulah kelebihan dari UT, walau murah tapi bukan berarti murahan ya bro…Camkan itu !!!!


Tapi aneh juga ya, UT kan universitas tapi kok gak ada kampusnya?

Halooooooooo….Pertanyaan macam apa itu bro. Tentu saja UT juga punya kampus donk, dan kampusnya super keren ya, Alamatnya ada di :

JL. CABE RAYA, PONDOK CABE, PAMULANG, TANGERANG SELATAN, BANTEN.

Disitulah berdiri kampus UT pusat yang megah, mau bukti, nih fotonya..

Kampus & wisma UT di Pondok Cabe, Tangerang.

Dan karena system UT merupakan pembelajaran jarak jauh, jadi dihampir setiap daerah di Indonesia ini ada perwakilan UT/UPBJJ. Sehingga jangan heran kalau UT termasuk megauniversity dengan mahasiswa berjumlah ribuan setiap angkatannya.

Dan bagi mahasiswa daerah yang ber IPK tinggi, bisa diwisuda di UT pusat ini, tentu saja harus IPK diatas 3,00, yahuuud banget kan…


Tapi gimana kualitas alumninya, emang ada yang jadi “orang besar”?

Buset dah sob, kok ngomong gitu ya…#ngelus dada..

Gini sob, pada awalnya UT memang dibentuk untuk program penyetaraan kualitas guru di Indoneisa, itulah kenapa program studi di UT dibedakan menjadi dua yaitu Pendas (Pendidikan dasar) dan non-pendas, tapi lambat laun UT menerima masyarakat luas.
Nah, kalau ditanya alumni ada yang jadi orang besar, tentu aja ada dong sob, antara lain nih ya:

1. Bpk. Joko Suyanto (Lulusan S1 FISIP UT Tahun 1996): sebagai Menko PolHukam
2. Bpk. E.E Mangindaan (Lulusan S1 FISIP UT Tahun 1995): sebagai Meneg P.A.N dan Reformasi Birokrasi
3. Ibu Linda Amalia Sari (Lulusan S1 FISIP UT Tahun 1995): sebagai Meneg Pemberdayaan Perempuan & Perlindungan Anak
4. Ibu Ani Bambang Yudhoyono (Lulusan S1 FISIP UT Tahun 1998): sebagai Ibu Negara RI
5. Bpk. Eko Maulana Ali : sebagai Gubernur Bangkabelitung

Bukan Cuma para pejabat politik sob, dari kalangan selebritis juga ada seperti Dewi Hughes, Asmirandah, Diah Permatasari, Elis Stannia (Stardut), dll.

Dikalangan pengusaha juga ada sob antar lain:
1. Mooryati Soedibyo (Pemilik Mustika Ratu kosmetik)
2. Dewi Motik (MONO Grup.)
dll.

Gimana sob, hehehe…


Iya dech bro, baru tahu kalau UT itu universitas yang berkualitas, maaf ya bro udah
remehin UT…

TS: Iya bro, santai aja…


Nah sekianlah penjelasan tentang UT itu seperti apa, aku berharap dengan adanya postingan ini, tidak ada lagi yang menganggap remeh seseorang yang kuliah di Univesitas Terbuka, karena dimanapun ilmu itu dicari, disitulah kepastian akan sebuah kebaikan…
Untuk lebih jelasnya silahkan kunjungi situs UT di www.ut.ac.id
[ Mengubah: Minggu, 20 April 2014, 15:33 ]
mr. kasmir
dari KASMIR HARAHAP - Kamis, 17 April 2014, 20:18
Anyone in the world
KEEP LEARNING
Gambar dari AGUS SUPRIYADI
dari AGUS SUPRIYADI - Selasa, 15 April 2014, 10:53
Anyone in the world
Rekan-rekan mahasiswa yang berasal dari Kota Balikpapan, yuk kita gabung untuk bertukar dan berbagi informasi mengenai hal-hal yang berkaitan dengan Universitas Terbuka..

saya
dari TITIS HARTIKASARI - Jumat, 14 Maret 2014, 14:31
Anyone in the world
kuis 1
Gambar dari CLAUDIA VIKI ANGELINA
dari CLAUDIA VIKI ANGELINA - Minggu, 9 Maret 2014, 11:33
Anyone in the world

Organisasi adalah unit sosial atau entitas sosial yang didirikan oleh manusia untuk jangka waktu yang relatif lama, beranggotakan sekelompok manusia – minimal dua orang, mempunyai kegiatan yang terkoordinir, teratur dan terstruktur, didirikan untuk mencapai tujuan tertentu dan mempunyai identitas diri yang membedakan satu entitas dengan entitas lainnya”.

Dari pengertian diatas,organisasi mempunyai 5 komponen utama yaitu:

  •  unit/entitas sosial,
  • beranggotakan minimal dua orang
  • berpola kerja yang terstuktur,
  • mempunyai tujuan yang ingin dicapai,
  • mempunyai identitas diri.
Secara umum karakteristik organisasi bisa dibedakan menjadi dua,yaitu dimensi struktural dan kontekstual,selain itu organisasi itu sendiri dapat dipahami melalui metafora gunung es yang membedakan organisasi dariaspek formal dan informal.
Tujuan terpenting dari didirikannya organisasi adalah agar secara resources(sumber daya langka) bisa diubah menjadi produk/jasa yang bernilai tambah sehingga kebutuhan manusia bisa terpenihi secara optimal.Proses penciptaan nilai tambah ditempuh melalui tiga tahap,yakni; masukan(input),proses transformasi dan keluaran (output).

Claudia Viki Angelina
akuntansi 2014.1
01761916

Gambar dari SULASTRI
dari SULASTRI - Senin, 24 Pebruari 2014, 15:05
Anyone in the world
Ilmu Pendidikan Ekonomi
Gambar dari SEPTY HANDAYANI
dari SEPTY HANDAYANI - Senin, 17 Pebruari 2014, 22:07
Anyone in the world
Manajemen sumber daya manusia adalah suatu proses menangani berbagai masalah pada ruang lingkup karyawan, pegawai, buruh, manajer dan tenaga kerja lainnya untuk dapat menunjang aktivitas organisasi atau perusahaan demi mencapai tujuan yang telah ditentukan.

Bagian atau unit yang biasanya mengurusi sdm adalah departemen sumber daya manusia atau dalam bahasa inggris disebut HRD atau human resource department. Menurut A.F. Stoner manajemen sumber daya manusia adalah suatu prosedur yang berkelanjutan yang bertujuan untuk memasok suatu organisasi atau perusahaan dengan orang-orang yang tepat untuk ditempatkan pada posisi dan jabatan yang tepat pada saat organisasi memerlukannya.

Manajemen sumber daya manusia juga menyangkut desain sistem perencanaan, penyusunan karyawan, pengembangan karyawan, pengelolaan karier, evaluasi kinerja, kompensasi karyawan dan hubungan ketenagakerjaan yang baik. Manajemen sumber daya manusia melibatkan semua keputusan dan praktik manajemen yang memengaruhi secara langsung sumber daya manusianya.


Fungsi manajemen

  • Perencanaan, perencanaan adalah usaha sadar dalam pengambilan keputusan yang telah diperhitungkan secara matang tentang hal-hal yang akan dikerjakan di masa depan dalam dan oleh suatu
    organisasi dalam rangka pencapaian tujuan yang telah dilakukan sebelumnya.
  • Rekrutmen, adalah proses penarikan sekelompok kandidat untuk mengisi posisi yang lowong. Perekrutan yang efektif akan membawa peluang
    pekerjaan kepada perhatian dari orang-orang yang berkemampuan dan keterampilannya memenuhi spesifikasi pekerjaan. (Menurut Schermerhorn, 1997)
  • Seleksi, adalah suatu proses menemukan tenaga kerja yang tepat dari sekian banyak kandidat atau calon yang ada.
  • Orientasi, Pelatihan dan Pengembangan, Pelatihan (training) merupakan proses pembelajaran yang melibatkan perolehan keahlian, konsep, peraturan, atau sikap untuk meningkatkan kinerja tenaga kerja. Pelatihan kerja adalah keseluruhan kegiatan untuk memberi, memperoleh, meningkatkan, serta mengembangkan kompetensi kerja, produktivitas, disiplin, sikap, dan etos kerja pada ingkat ketrampilan dan keahlian tertentu sesuai dengan jenjang dan kualifikasi jabatan dan pekerjaan.
Pustaka (hildaagustina-dot-blogspot-dot-com)

[ Mengubah: Senin, 17 Pebruari 2014, 22:10 ]
Gambar dari ANDI ZULKARNAIN
dari ANDI ZULKARNAIN - Selasa, 4 Pebruari 2014, 10:25
Anyone in the world
Ini post terbaru, hanya untuk tes saja
puncak Ciremai Mt.
dari DANA LUTHFIANA - Senin, 20 Januari 2014, 14:21
Anyone in the world

MENGIBARKAN “MERAHPUTIH” DI PUNCAK TERTINGGI DI PULAU JAWA

Memiliki hobby mendaki gunung bukan merupakan hal yangmudah. Banyak orang yang memandang mendaki gunung merupakan kegiatan yang aneh,buang-buang waktu, dan justru sangat berbahaya. Hal tersebut tidak semuanyasalah. Namun bagi saya, mendaki gunung adalah sebuah proses kehidupan yangsesungguhnya J

Banyak persiapan yang dibutuhkan untuk mendaki gunung. Mulaidari kesiapan fisik, mental, materi, dan doa. Saya termasuk orang yang sangatjarang berolahraga, idealnya saya selalu melakukan kegiatan olah fisiksetidaknya satu bulan sebelum mendaki. Secara mental saya juga bukan seorang perempuanyang pemberani, terlebih dengan hal-hal yang berbau mistis di gunung. Namun,rasa lelah dan kebersamaan bersama teman-teman ketika mendaki terasa lebihdominan ketimbang kekhawatiran akan makhluk ghaib. Kuncinya adalah, setiaporang harus berlaku sopan santun dimanapun dia berada.

Saya selalu berusaha membuat perencanaan akomodasi secara nyaman,dan murah tentunya. Jika harus bepergian dengan menggunakan pesawat, maka sayaadalah salah satu orang yang belum pernah naik pesawat dengan harga tiketnormal (read : selalu tiket promo). Hal tersebut menjadi kepuasan tersendirijika bisa mendapatkan transportasi dengan bajet minim tetapi kenyamananmaksimum.

Jadilah hari itu saya berniat pergi ke atap pulau jawa.Perjalanan dimulai dari Jakarta ke Surabaya menggunakan pesawat citilink denganbiaya IDR 370.000 untuk pulang pergi (Jakarta-Surabaya-Jakarta). Dari KotaSurabaya saya melanjutkan perjalanan ke Kota Malang, Tumpang tepatnya. Terpaksasaya menggunakan jasa travel dari bandara karena saya landing di Surabaya hampirtengah malam sehingga agak sulit mencari angkutan umum untuk menuju Tumpangyang harus dilalui dengan berganti naik turun angkutan umum. Mungkin akanmenyenangkan jika saya bepergian dengan tas ransel kecil di punggung, tapimenjadi sangat merepotkan ketika saya harus menggemblok tas ransel ukuran besardengan packingan barang yang sangat padat dan berat.

Dari Tumpang, rangkaian perjalanan dilanjutkan menuju ranupane dengan naik truck dengan double gardan. Apalah itu yang pasti angkutanyang menuju ranu pane harus dilengkapi dengan double ban karena trek perjalananyang menanjak dan berliku. Saya sangat menikmati perjalanan menuju Ranu Panekarena sepanjang perjalanan saya disuguhkan pemandangan yang sangat memanjakanmata. Truk memasuki area TNG Tengger Bromo Semeru, deretan baris bukitteletubbiespun sangat meneduhkan mata.

Perjalanan belum usai. Dari Ranu pane saya memulai pendakiandengan berjalan kaki dengan menggendong tas berisi pakaian dan beberapalogistik makanan di dalamnya. Saya start sekitar pukul 9 pagi menujupemberhentian pertama yaitu Ranu Kumbolo yang akan dilanjutkan sampai ke HutanKalimati. Jarak Ranu Pane ke Ranu Kumbolo adalah sekitar sekian KM dan sayatempuh dalam waktu kurang lebih 4 jam. Treknya masih dibilang cukup landai.Selama perjalanan saya pun banyak berhenti sejenak untuk beristirahat dansekedar merebahkan badan di tanah. Perjalanan dari Ranu Kumbolo ke Kalimatisekitar sekian KM dan saya tempuh selama sekian jam. Di kalimati kemudian sayamendirikan tenda beserta rombongan lainnya. Pukul 21.00 sayapun kemudiantertidur pulas karena kelelahan.

Pukul 00.00 dini hari, saat mata baru saja terpejam 3 jamdan saya masih sangat mengantuk, saya harus bangun dan mempersiapkan diri danperlengkapan untuk memulai perjalanan yang sesungguhnya. Perjalanan ini baruakan dimulai. Perjalanan menuju puncak gunung tertinggi di pulau Jawa, mahameru.Saya melawan rasa dingin yang seolah menggigit kulit saya, 4 lapis pakaian dan2 lapis celana rasanya tidak cukup memberikan rasa hangat sehingga saya masihsaja menggigil dibuatnya. Niat menapaki atap jawa tak luntur, saya terusbergerak agar saya tidak terserang hipotermia.

Pukul 00.30 WIT, setelah berdoa dan memastikan perlengkapandan pakaian saya nyaman, saya beserta rombongan memulai perjalanan summitattack menuju Arcopodo. Perjalanan ke atap pulau jawa ini tidak mudah, karenasetelah saya sampai di batas vegetasi, selanjutnya track didominasi oleh pasirdan bebatuan. Perjalanan sangat menguras tenaga karena setiap kaki inimelangkah satu sampai dua langkah, maka akan merosot satu langkah. Begituseterusnya sampai saya benar-benar sampai ke puncaknya. Kondisi alam menjadisalah satu faktor keberhasilan semua pendaki di Mahameru. Jika alam tidakmengizinkan, maka sekuat apapun tenaga yang dikeluarkan, maka saya besertarombongan tidak akan bisa mencapai puncak nya para dewa tersebut. Terbukti, darisekitar tiga puluh orang rombongan, hanya saya dan tujuh orang lainnya yangberhasil mencapai puncak mahameru. Selebihnya, gugur dan menyerah di tengahperjalanan karena kelelahan, kehausan, dan kelaparan. Hal tersebut tersebutterjadi karena mereka tidak melakukan menyiapkan perlengkapan summit yangmatang ditengah kondisi alam yang sangat menantang.

Matahari mulai menerangi jalan saya, saat headlamp di keningsaya mulai tidak terasa mengeluarkan cahayanya. Garis oranye kekuningan mulai terlihat sebelum sang surya itubenar-benar muncul. Mungkin inilah sunrisesesungguhnya yang selama ini orang-orang bilang, yaitu saat bisa melihatmatahari muncul setitik dari belakang garis kemerahan hingga akhirnya membesardan bulat sempurna. Ahh indahnya pemandangan yang saya saksikan ini. Rombonganlainpun mulai terlihat tak jauh di depan dari tempat saya berdiri miring, sehinggamenjadi acuan dan semangat saya untuk terus melangkah. Mereka mungkin hanya 30meter di depan saya, namun ternyata untuk mencapai ke titik mereka berdiri,dibutuhkan waktu berjam-jam. Subhanallah.. tidak ada artinya langkah-langkahsaya kala itu. Saya melangkah kemudian merosot. Saya melangkah setapak demisetapak, saya tetap merosot kembali. Saya mengumpulkan segenap tenaga untukmelangkah lebih cepat dan berharap akan ada hasil yang lebih ketimbang sayaberjalan pelan-pelan, dan saya tetap merosot lebih banyak lagi. Semua terasamustahil untuk mencapai puncak saat itu dan sayapuns empat meragukan diri sayamampu mencapai puncak. Nafas mulai tersengal-sengal, sangat pendek rasanya. Kandunganoksigen semakin menipis sehingga saya harus sering-sering menghela nafas denganhentakan sembari berteriak “huahh” untuk sekadar melegakan nafas. Bentol-bentolkeringat mulai mengucur deras, dehidrasi sangat terasa, yang saya butuhkanadalah minum dan tidur. Saya sangat mengantuk. Sangat sangat mengantuk. Takheran saya sering dibangunkan oleh rekan saya yang berjalan tak jauh dibawahsaya karena ternyata saya telah tertidur di jalur pendakian diatas pasir. Ya,saya tertidur di jalur summit mahameru, tertidur di ketinggian dan dalam gigitandinginnya angin puncak mahameru.

Putus asa? Ya, saya hampir putus asa. Lelah yang teramatsangat sudah mendera saya. Pandangan mulai kabur, mata terasa berat ingin sekaliterpejam, telinga terasa tak mendengar apa-apa kecuali suara hembusan anginyang lebih mirip seperti suara ombak di pantai. Kaki? Ah, kaki seolah taksanggup lagi melangkah, terlebih jika harus terus merosot di jalur bebatuan danpasir itu. Jika saya bisa, saya akan bayar berapapun mahalnya jika ada orangyang mau menggendong saya untuk sampai ke rumah. Bayangan tidur di kasurkesayangan dengan bantal dan guling bau iler kabanggan membayangi saya kalaitu. Saya ingin pulang. Sayangnya, saya tidak punya banyak uang untuk menyuruhorang lain menggendong saya. Kalopun saya ada uang, mungkin tidak akan adaorang yang mau melakukannya karena mereka semua pun sedang berjuangmasing-masing untuk mempertahankan nyawa mereka.

Yang bisa saya lakukan hanya pasrah sambil berdoa. Saya takhenti-hentinya melafadzkan nama Allah sepanjang langkah-langkah kecil kakisaya. Ditambah, sesama rekan rombongan tak henti-hentinya saling memberikansupport mereka. Saya terus berjalan. Selangkah demi selangkah saya tapaki jalurbebatuan dan pasir itu. Istirahat sejenak untuk kemudian melangkah lagi.Tertidur sesaat untuk kemudian melanjutkan perjalanan. Terperosok, terjatuh,besut, duduk sejenak, kemudian melangkah lagi. Semua demi mimpi dan tujuan awalsaya untuk bisa menggapai puncak mahameru. Proses inilah yang saya ilhamisebagai proses kehidupan yang sebenarnya. Karena untuk meraih apa yang kitainginkan, kita harus berjuang dan bekerja keras dengan sungguh-sungguh untukmewujudkannya. Dan saat itu, Mengibarkan merah putih di puncak para dewa, dipuncak tertinggi di pulau jawa merupakan kebanggan buat saya..

Setelah perjalanan melelahkan selama 8 jam, akhirnya sayabisa mengibarkan bendera sangsaka merah putih. Dan suatu hari, saya berharapbisa mengibarkan bendera di puncak-puncak tertinggi lainnya di bumi tanah airIndonesia.


Gambar dari MADE FERY
dari MADE FERY - Jumat, 20 Desember 2013, 12:08
Anyone in the world
BAGI TEMEN-TEMEN MAHASISWA MAUPUN DOSEN YANG MEMBUTUHKAN BANTUAN MODAL USAHA DAPAT MENGHUBUNGI SAYA.SYARATNYA GAMPANG DAN PROSES CEPAT JUGA BUNGA DAN CICILAN RINGAN
Halaman:  1  2  3  4  5  6  7  8  9  10  11  12  13  14  15  ()

  
Anda belum login. (Login)