You are here

UT-Online Learning Center

Halaman:  1  2  3  4  5  6  7  8  9  10  11  12  ()
Gambar dari ARIPUDIN
dari ARIPUDIN - Sabtu, 25 Oktober 2014, 21:24
Anyone in the world
Gambar dari Murad Maulana, S.Sos
dari Murad Maulana, S.Sos - Kamis, 9 Oktober 2014, 09:32
Anyone in the world
Buat teman-teman mahasiswa Universitas Terbuka atau siapa saja yang ingin membaca buku langka online, silahkan kunjungi situs perpustakaan Nasional RI di www.pnri.go.id. Buku langka tersebut berjumlah 25 judul dengan bahasa Indonesia dan Belanda.

Beberapa judul buku dalam bahasa Indonesia seperti:
  • Peranan pemuda Muhammad Yamin sekitar Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 : uraian kuasa Menteri Penerangan Harjoto Joedoatmodjo pada peringatan Hari Sumpah Pemuda jang ke-34 pada tanggal 28 Oktober 1962 di muka warga Kantor Pusat Departemen Penerangan
  • Sekte-sekte di Bali / oleh R. Goris ; diterjemahkan dengan pengawasan dewan redaksi oleh Ny. P.S. Kusumo Sutojo ; dengan kata pengantar oleh Haryati sutojo ; dengan kata pengantar oleh Haryati Soebadio
  • Yogyakarta / J. Brandes

Untuk judul buku dalam bahasa Belanda silahkan cek sendiri ya. Selamat membaca buku langka online di Perpustakaan Nasional RI.

Semoga bermanfaat,
Salam

Gambar dari RIKA KURNIA DEWI
dari RIKA KURNIA DEWI - Senin, 22 September 2014, 13:43
Anyone in the world
Ikut tuton memang menyenangkan dan mempermudah cara belajar senyum
Gambar dari SULASTRI
dari SULASTRI - Minggu, 14 September 2014, 20:48
Anyone in the world
Saya barasal dari kota indramayu,yang kebetulan kerja di negara taiwan.pekerjaan saya adalah menjaga nenek,beliau berumur 70 an.beliau sangat baik,,dulu aku ga betah karna beliau sangat cerewet.ya menurut aku wajar,jika orang berumur memang begitu adanya.tp saya berusaha betah karna itu adalah pekerjaan saya.
Sudah 1 tahun,saya menjaga nenek,,alhamdulillah saya betah,suka duka sudah saya alami semuanya,sukanya,,karna di sini majikan saya sangat baik,,begitu jg nenek beliau sangat peduli dengan saya.dukanya,,ya namanya juga orang kerja kalau badan sangat cape,,pengen cepet-cepet pulang.,heee.
Di akhir kontraku nanti saya ingin kembali lagi ke taiwan,dan menjaga nenek lagi,,,alhamdulillah saya di ijikan kuliah di sini.mudah-mudahan sekarang dan sampe akhir kontraku yang kedua,bisa sampai lulus sarjana di sini,,dan pulang ke indonesia dengan membawa keberhasilan yang saya capai,amin.
 




Nama : sulastri
Nim: 02451 6922
Program studi: Manajemen
UPbjj:Taiwan


Gambar dari FARIDATUN NAPSABANDIYAH
dari FARIDATUN NAPSABANDIYAH - Kamis, 11 September 2014, 09:49
Anyone in the world

kapan ya tuton untuk mata kuliah Pendas??????????????


harap konfimasix yaaaaaa,,,,,,,,,senyumsenyum
[ Mengubah: Kamis, 11 September 2014, 09:53 ]
Gambar dari RAMDHANI
dari RAMDHANI - Selasa, 9 September 2014, 11:01
Anyone in the world
Dear All sobat blog/UT

Perkenalkan saya dhani penulis di blog dhany47 , mulanya blog ini dimulai untuk memposting hal-hal yang saya sukai plus informatif , tapi lama kelamaan blog ini lebih memfokuskan kepada materi accounting, tax dan baru baru ini lebih ke pada pengembangan trik , tips dan aplikasi promming berbasis spreadsheets , dengan tidak lepas dari tujuan awal blog ini dibuat semua conten dari blog ini pastinya informatif dan bermanfaat bagi pembacanya ++ ada aplikasi pemograman gratis yang sobat dapat digunakan sesuai kebutuhan sobat, so jika ada waktu sobat blog/UT dapat mampir diblog sederhana saya di www.dhany47.blogspot.com , disana sobat bisa share trik dan tips mengenai excel, accounting dan tax...saya tunggu kunjungannya ya


Gambar dari SUNARDI
dari SUNARDI - Senin, 8 September 2014, 21:51
Anyone in the world


Setelah saya menjalani Bisnis Online ternyata ada banyak perbedaan antara Bisnis Online dan Offline, pingin tau apa perbedaannya mari ikuti saya. Mungkin ini juga dapat bermanfaat bagi para pemula Bisnis Online sebelum memulainya.

Sebenarnya ada perbedaan antara Bisnis Online dan Offline, yaitu dari sistem kerjanya. Mengapa bisa saya katakan berbeda sistem kerjanya...??? simple aja klo Bisnis Online itu di lakukan secara online sedangkan bisnis offline dilakukan secara offline...simple bukan...??? Tapi namanya bisnis itu gampang - gampang susah baik online atau offline, tergantung dari cara kita melakukannya. Secara garis besar Bisnis Online mungkin sudah tidak asing lagi bagi kita, karena sekarang ini banyak orang yang berlomba - lomba untuk berbisnis online yang mana kita ketahui hasil pendapatannya lebih menggiurkan dari pada bisnis offline.

Adapun bisnis offline itu membutuhkan tempat yang besar,produk apa yang akan dijual,karyawan sebagai pekerjanya serta gudang yang besar untuk menyimpan produknya apa bila ada order besar. Sedangkan Bisnis Online kita tidak butuh tempat yang besar,karyawan sebagai pekerjanya serta gudang yang besar, dibisnis online kita hanya butuh sebuah website serta produk apa yang akan kita promosikan ke khalayak publik. Gimana cara agar produk kita dapat diminati oleh orang banyak, dengan promosi lewat media iklan berbayar ataupun gratisan. Dengan adanya bisnis online ini banyak orang berusaha mencoba dan menjalani bisnis ini untuk mendapatkan hasil yang menggiurkan apalagi dengan hasil yang didapat berupa dollar.

Maka saya dapat mengatakan bahwa Bisnis Online itu sangat nyantai kita tidak harus bangun pagi untuk ke kantor atau anda di dalam Bisnis Online anda dapat menjadi seorang boss atau pemimpin jadi anda yang mengatur segala kegiatan di dalamnya. Klo bisnis offline seperti yang saya terangkan diatas tadi bahwa ada seorang pemimpin,karyawan,produk dan tempat kerja yang cukup besar serta gudang sebagai media penyimpan.

Berikut Point Point Penting Di Dalam Perbedaan Bisnis Online Dan Offline.

Pemasaran. Seperti kami sebutkan di atas bahwa metode pemasaran online adalah menggunakan sarana-sarana secara online baik yang gratis maupun berbayar sedangkan jika bisnis offline biasanya membuka toko fisik untuk menjajakan barang dagangannya dengan metode pemasaran secara konvensional. Jangkauan pemasaran untuk bisnis online hampir tidak ada batas di seluruh dunia namun jika bisnis online terbatas pada wilayah dimana bisnis offline berada. Biaya pemasaran online relatif murah bahkan bisa gratis jika mengetahui caranya sedangkan kegiatan promosi dan pemasaran secara offline sangat mahal.
Modal. Untuk set up awal bisnis online biayanya relatif kecil dibandingkan dengan bisnis offline kecuali untuk membuka bisnis online bersekala besar seperti tokopedia atau berniaga akan memerlukan modal yang cukup besar bahkan bisa juga jauh melebihi membuka bisnis offline. Namun dengan modal seadanyapun sebenarnya anda sudah bisa mulai bisnis online yang dapat menghasilkan uang.
Sistem kerja 24 jam karena internet non-stop. Anda bisa melakukan transaksi dan pelayanan pelanggan selama 24 jam sehari dan 7 hari dalam seminggu, namun agar kita bisa ada waktu istirahat perlu dibuatkan waktu yang bijaksana untuk mengendalikan bisnis online. Jika bisnis offline tentunya tidak bisa 24 jam sehari tergantung dari lokasi dan biasanya 8 – 10 jam sehari.
Mudah dibuat dan cepat terwujud. Berhubung tidak memerlukan modal yang besar maka untuk memulai bisnis online sangat mudah dan cepat terwujud hanya tergantung tekat kita yang akan memulainya. Tapi karena mudahnya ini mengakibatkat tingkat persaingan cukup ketat sehingga sulit bagi pemula untuk tetap eksis di bisnis online.
Dapat dilakukan dengan paruh waktu. Apalagi untuk produk-produk yang menjual informasi dapat ditinggal dan uang bisa mengalir ke rekening kita jika informasi yang dijual sangat bermanfaat bagi pembeli.
Biaya Operasional. Biaya operasional untuk bisnis online relatif murah jika dibandingkan dengan bisnis offline karena tidak terlalu banyak menggaji karyawan dan menyewa tempat.
Bisa berubah bisnis seketika. Jika anda sudah berhasil dengan bisnis online otomatis barang apa saja bisa didagangkan dan karena biaya murah maka secara otomatis seorang pebisnis online akan mudah membuat duplikasi bisnis maupun membuat bisnis online yang baru. Lain halnya dengan bisnis offline hal ini tidak mudah dilakukan karena biaya investasi awal sudah cukup besar sehingga sulit untuk pindah ke bisnis lain tanpa alasan yang kuat.
Mungkin itulah secara garis besar bedanya antara bisnis online dan bisnis offline. 

Itu temen temen semoga dapat di menerti.
Terima Kasih :D
Pleas Kunjungi >>
[ Mengubah: Senin, 8 September 2014, 21:59 ]
Gambar dari ARIF RAHMAN
dari ARIF RAHMAN - Sabtu, 6 September 2014, 20:52
Anyone in the world
MP : Bahasa Indonesia (MKDU4110.02)

Sejarah Dan Perkembangan Bahasa Indonesia


Pada masa perjuangan dulu melalui rapat-rapat dan kongres pemuda, para pejuang kita memilih Bahasa Melayu sebagai cikal bakal bahasa Indonesia. Bahasa melayu yang telah berabad-abad menjadi bahasa penghubung atau lingua franca dipillih dan disetujui secara aklamasi sebagai bahasa persatuan. Suku Jawa, Sunda, Minangkabau, Batak, dan suku lain di Indonesia jumlahnya lebih banyak dibandingkan penutur bahasa Melayu di Indonesia. Namun, dengan rela dan senang hati menerima para pejuang kita menyetujui keputusan “Bahasa Melayu” sebagai cikal bakal bahasa Indonesia.


Alasan diterimanya bahasa Melayu sebagai bahasa Indonesia disebabkan karena bahasa Melayu memiliki kelebihan atau kekuatan dibandingkan bahasa daerah. Kelebihan-kelebihan tersebut adalah:

Pertama, Bahasa Melayu merupakan lingua franca atau bahasa perhubungan dan bahasa perdagangan di Indonesia.

Kedua, Bahasa Melayu memiliki sistem yang sederhana, mudah dipelajari karena bahasa ini tidak mengenal tingkatan bahasa, seperti dalam bahasa Jawa (ngoko, madyo, kromo) atau bahasa kasar dan halus seperti dalam bahasa Sunda (kasar, lemes).

Ketiga, Bahasa Melayu mempunyai kesanggupan untuk dipakai sebagai bahasa kebudayaan dalam arti luas karena sudah lama digunakan dalam karya-karya sastra.


Kedudukan Bahasa Indonesia

Bahasa Indonesia
memiliki kedudukan sebagai Bahasa Nasional dan Bahasa Negara.

Di dalam kedudukannya sebagai bahasa nasional, bahasa Indonesia berfungsi sebagai:
(1) lambang kebanggaan nasional;
(2) lambang identitas nasional;
(3) alat pemersatu berbagai suku bangsa; dan
(4) alat perhubungan antardaerah dan antarbudaya.


Di dalam kedudukannya sebagai bahasa negara, bahasa Indonesia berfungsi sebagai:
(1) bahasa resmi negara;
(2) bahasa pengantar di dalam dunia pendidikan;
(3) alat di dalam urusan pemerintahan; dan
(4) alat pengembang kebudayaan, ilmu pengetahuan, dan teknologi.


Fungsi-fungsi (sebagai bahasa negara) ini tertera dalam Undang-undang Dasar 1945, Bab XV, Pasal 36.

[ Mengubah: Sabtu, 6 September 2014, 20:53 ]
Gambar dari Murad Maulana, S.Sos
dari Murad Maulana, S.Sos - Rabu, 20 Agustus 2014, 14:50
Anyone in the world
Murad Maulana*

Dalam hal pengadaan koleksi di kantor perpustakaan daerah, pada umumnya dilakukan pembelian setiap setahun sekali dengan daftar judul koleksi yang akan dibeli berupa judul-judul buku yang telah ditentukan sebelum tahun anggaran berjalan sehingga buku-buku baru yang selalu terbit di setiap tahunnya akan bisa terbeli di tahun anggaran berikutnya. Sebagai contoh ketika akan melakukan pengadaan buku untuk tahun 2010, maka daftar judul buku telah disusun pada tahun 2009. Dengan demikian buku-buku yang terbit ketika di tahun 2010 tidak akan bisa terbeli pada tahun 2010, melainkan akan bisa terbeli di tahun berikutnya yaitu pada tahun 2011. Fenomena ini sangat di sayangkan mengingat setiap bulan selalu keluar terbitan buku-buku baru yang perlu di beli dimana pada tataran ini sebagai pendorong dalam upaya peningkatan minat baca. Tidak jarang para pemustaka beralasan mengapa enggan datang ke perpustakaan salah satunya dikarenakan koleksi buku yang tidak terupdate sehingga mereka merasa bosan. Namun, dapat dipahami kondisi dalam pengadaan koleksi perpustakaan tersebut hingga membuat tidak terbelinya buku-buku baru itu, tentu saja telah mengikuti peraturan dan perundangan yang berkaitan dengan pengadaan barang dan jasa yaitu salah satunya Keppres Nomor 80 Tahun 2003 yang sampai sekarang masih dalam proses tahap revisi.

Mengapa Perlu Ada Denda di Perpustakaan?
Untuk mensiasati itu salah satu cara agar buku-buku baru yang terbit setiap bulan dapat terbeli yaitu dengan cara memberlakukan denda kepada pemustaka yang mengalami keterlambatan dalam hal pengembalian buku. Adanya pemberlakuan denda keterlambatan bagi para pemustaka di perpustakaan daerah memang masih menjadi pro dan kontra seiring pemerintah daerah yang sedang gencar-gencarnya menerapkan layanan kepada masyarakat dengan profesional tanpa ada embel-embel jalur birokrasi yang serba sulit dan selalu memerlukan uang administrasi untuk kelancaran sebagai dalih para pegawai untuk meraup keuntungan pribadi atau yang sering kita sebut pungli. Namun demikian, disisi lain potensi adanya denda keterlambatan bagi para pemustaka merupakan sebuah peluang dengan tetap mengkedapankan unsur layanan total terhadap para pemustaka. Dengan konsep tersebut, maka seyogiyanya kantor perpustakaan daerah dapat menerapkan sebuah aturan denda keterlambatan yang jujur, transparan, akuntabel.

Perpustakaan Daerah Indramayu sendiri telah memberlakukan denda keterlambatan pengembalian buku sejak tahun 2007. Sebelumnya Perpustakaan Daerah Indramayu tidak memberlakukan sanksi apapun bagi para pemustaka yang terlambat untuk mengembalikan buku bahkan bagi yang tidak mengembalikannya sekalipun. Hal ini dilakukan guna memberikan pelayanan yang memuaskan kepada pemustaka. Namun sangat disayangkan pada masa itu setiap tahun harus kehilangan buku berkisar 300-500 eksemplar karena tidak dikembalikan tanpa keterangan. Sehingga ketika dilakukan stock opname koleksi perpustakaan dari tahun ke tahun semakin berkurang. Dengan berpijak pada pengalaman masa lalu itulah yang membuat penulis mengusulkan agar diberlakukan denda keterlambatan dan sanksi buku yang tidak dikembalikan karena hilang maupun karena memang sengaja tidak mengembalikan dengan tujuan pertama, mendidik kedisiplinan para pemustaka agar tepat waktu ketika mengembalikan. Kedua, dengan adanya denda ini diharapkan rotasi buku yang dipinjam dan dikembalikan dapat tepat waktu sehingga tidak merugikan bagi para pemustaka lain yang akan meminjam buku tersebut. Ketiga, dengan diberlakukannya denda keterlambatan ini dimana bertujuan untuk mensiasati dalam membeli terbitan buku-buku baru, konsep yang dipakai adalah dari pemustaka oleh pemustaka dan untuk pemustaka. Keempat, selain sanksi denda keterlambatan juga ada sanksi untuk mengganti buku-buku yang hilang ketika di pinjam pemustaka baik harus mengganti dengan judul buku yang sama maupun berbeda akan tetapi dengan subjek yang sama. Tujuannya adalah agar jumlah koleksi tidak berkurang dari tahun ke tahun tanpa alasan yang jelas. Sedangkan sanksi pengganti buku yang hilang berupa uang tidak dilakukan.

Masyarakat , Denda dan Minat Baca
Perpustakaan daerah hendaknya tidak bersikap eksklusif namun inklusif. Jangan statis akan tetapi dinamis terhadap perkembangan masyarakat di sekitarnya. Masyarakat dalam hal ini pemustaka merupakan salah satu komponen yang perlu dilibatkan dalam pengembangan perpustakaan salah satunya dalam upaya peningkatan minat baca melalui pengadaan koleksi buku-buku baru. Lantas apa upaya dan peran masyarakat agar bisa dilibatkan terhadap kondisi tersebut? Yaitu memposisikan cara berpikir masyarakat terhadap denda keterlambatan buku sebagai kesepakatan bersama yang dijalankan dengan penuh kesadaran. Caranya adalah pertama, libatkan pemustaka ketika akan membuat peraturan denda keterlambatan buku. Dalam penentuan kebijakan peraturan perpustakaan terutama yang berkaitan dengan denda keterlambatan pengembalian buku, ada baiknya melibatkan pemustaka dengan cara melakukan komunikasi dua arah antara pihak perpustakaan dan wakil dari pemustaka untuk membuat sebuah titik kesepakatan bersama seperti besaran denda dan perolehan denda yang dimanfaatkan untuk apa. Untuk menuju ini, tentu saja tidak mudah, paling tidak antara pemustaka dan perpustakaan perlu mengkedapankan prinsip saling percaya. Kedua, sebaiknya hasil perolehan denda keterlambatan harus dilaporkan secara transparan terhadap publik agar tidak terjadi kecurigaan. Metode pelaporan seperti yang dilakukan masjid-masjid adalah bisa diambil sebagai contohnya. Pelaporan bisa dilakukan setiap minggu atau setiap bulan dari mulai hasil perolehan denda hingga buku-buku baru yang telah dibeli. Ketiga, lakukan evaluasi terhadap buku-buku yang dibeli dan statistik peminjamannya kemudian hasilnya di publikasikan kepada masyarakat. Keempat, denda keterlambatan harus dikhususkan untuk pembelian koleksi buku baru tidak untuk yang lain. Disini diperlukan sikap idealisme pimpinan sebagai penanggung jawab dan pustakawan yang visioner dan jujur terhadap pemanfaatan denda keterlambatan. Hal ini pernah dialami oleh Perpustakaan Daerah Indramayu dimana di tahun 2007-2008 pemanfaatan denda keterlambatan masih berjalan ajeg dan normal, akan tetapi karena pergantian pimpinan ditahun 2009 hingga sekarang yang menyebabkan perbedaan pada kebijakan pemanfaatan denda yang telah berubah fungsi tidak lagi dikhususkan untuk pembelian koleksi buku baru melainkan diperuntukan dalam pembelian bukan koleksi yang secara langsung tidak bermanfaat terhadap upaya peningkatan minat baca. Inilah yang seharusnya dicermati bahwa segala yang berasal dari pemustaka sudah selayaknya harus kembali ke pemustaka berupa sesuatu yang dapat bermanfaat oleh para pemustaka seperti membeli buku-buku baru ini. Kelima, upayakan dalam pembelian koleksi buku baru harus berdasarkan benar-benar kebutuhan para pemustaka misalnya melalui kuesioner atau daftar usulan koleksi yang disediakan bukan karena kebutuhan pustakawan, pimpinan maupun unsur lain diluar pemustaka.

Lima upaya diatas apabila dilakukan dengan jujur dan transparan, maka bukan tidak mungkin dampak terhadap minat baca lambat laun akan meningkat karena pada aras tersebut masyarakat diajak untuk berpartisipasi aktif. Para pemustaka menjadi tergerak untuk datang ke perpustakaan karena adanya buku-buku baru yang dibeli setiap bulan. Perpustakaan tidak lagi harus mengeluh karena metode pengadaan koleksi buku yang tidak tepat. Apabila di renungkan denda keterlambatan merupakan sesutau yang tidak diharapkan oleh perpustakaan, namun sekaligus juga menjadi peluang yang bisa dimanfaatkan untuk kepentingan para pemustaka kembali yaitu dengan mengkhususkan diri dalam pembelian koleksi buku-buku baru setiap bulannya. Bukankah ini namanya simbiosis mutualisme? Tidak ada yang dirugikan baik dari pihak pemustaka maupun dari pihak perpustakaan itu sendiri. Oleh karena itu, marilah kita berkontemplasi sejenak pada hakekatnya denda keterlambatan yang khusus diperuntukan dalam pembelian koleksi buku-buku baru sejatinya dapat meningkatkan minat baca dan bermanfaat untuk pemustaka.

Pustakawan BAPETEN
www.muradmaulana.com
[ Mengubah: Kamis, 9 Oktober 2014, 09:35 ]
Gambar dari RIKA RATNA DEWI
dari RIKA RATNA DEWI - Selasa, 19 Agustus 2014, 18:58
Anyone in the world
Assalaamu\'alaikum wr.wb.

Hallo teman2.. selamat malam, *(di tempat sekarang saya sedang duduk manis) hhhe...

kuliah, menjadi mahasiswi, lulus dengan cumlaude, bekerja dan membangun perusahaan adalah impian besar saya, bagi gadis usia 20 tahun seperti saya, mungkin usia tsb adalah masa \"bercinta\" atau ya mungkin suka-suka.an hhe... tapi bagi saya, usaia saya sekarang adalah masa dimana saya harus produktif, menggunakan segenap waktu saya untuk meraih cita-cita saya. (Jelas lah bagi seorang Muslim, cita2 terbesarnya adalah Jannah dengan Ridho Allah SWT), dan jalan menuju syurga adalah ilmu, begitu kata sebuah hadist. hhe...

Kuliah di UT adalah pilihan. Universitas lain sebenarnya banyak, tapi sekali lagi ya ini lah! PILIHAN! Belajar jarak jauh dengan mengandalkan modul dan bercakap dengan jemari tangan yang menari di atas keyboard ataupun layar hp adalah konsekuensi, aku bersyukur jadi mahasiswi UT, aku bisa fleksibel dalam mengatur waktu belajar, aku lebih mandiri dan yang tak kalah aku syukuri adalah aku banyak mendapat teman, sehingga jaringan silaturahimku tak lagi terbatas *door to door*.
Namun ada hal yang harus aku ingat disini, aku HARUS FOKUS! AKU HARUS FOKUS BELAJAR! Niatku adalah BELAJAR adapun jika aku dapet jodoh sama-sama mahasiswa UT, ya mungkin itu bonusnya, Hhhhiii...

*Sekian tulisan saya ini semoga bermanfaat bagi para maba, khususnya saya sendiri, adapun karya ini di tulis atas dasar PERINGATAN bagi diri saya sendiri jika di tengah jalan saya berfikir ^macam-macam^

terimakasih telah menyempatkan diri membaca karya saya

Semoga bermanfaat.
^Rika

Wassalaamu\'alaikum wr.wb.
Halaman:  1  2  3  4  5  6  7  8  9  10  11  12  ()

  
Anda belum login. (Login)